
Mahasiswa Program Studi Manajemen Hutan melaksanakan kegiatan praktikum Ekologi Hutan di kawasan hutan mangrove Desa Nelayan, Belawan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman lapangan terkait ekosistem pesisir. Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dengan didampingi dosen pembimbing.
Dalam praktikum tersebut, mahasiswa melakukan berbagai pengamatan langsung terhadap kondisi hutan mangrove, mulai dari identifikasi jenis vegetasi, pengukuran struktur tegakan, hingga analisis faktor lingkungan seperti salinitas tanah dan kualitas air. Selain itu, mereka juga mempelajari peran penting mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem, seperti mencegah abrasi, menjadi habitat biota laut, serta menyerap karbon.
Ketua kelompok praktikum menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa diperoleh hanya dari pembelajaran di kelas. “Kami bisa melihat langsung bagaimana kondisi mangrove di lapangan, termasuk tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestariannya,” ujarnya.
Dosen pembimbing menambahkan bahwa Desa Nelayan Belawan dipilih sebagai lokasi praktikum karena memiliki kawasan mangrove yang cukup representatif sekaligus menghadapi tekanan dari aktivitas manusia. Hal ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Selain kegiatan ilmiah, mahasiswa juga berinteraksi dengan masyarakat setempat untuk menggali informasi mengenai pemanfaatan mangrove dan upaya konservasi yang telah dilakukan. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran serta kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran vital bagi kehidupan pesisir.

