
Dalam upaya mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Satya Terra Bhinneka melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kabupaten Pakpak Bharat dengan mengusung tema “Pemanfaatan Google Earth Engine bagi Kelompok Tani Hutan untuk Pemantauan Lahan Perhutanan Sosial.”
Kegiatan ini diketuai oleh Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Muhtar Ardansah Munthe, S.Hut., M.Sc., dengan anggota tim pengabdian Dayun Ifanda, S.Pi., M.Si. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam memanfaatkan teknologi penginderaan jauh berbasis Google Earth Engine (GEE) sebagai sarana pemantauan kondisi lahan perhutanan sosial secara efektif, cepat, dan efisien.
Perhutanan sosial merupakan salah satu program strategis pemerintah yang memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara lestari. Agar pengelolaan tersebut berjalan optimal, diperlukan sistem pemantauan yang mampu memberikan informasi kondisi tutupan lahan, perubahan penggunaan lahan, serta potensi gangguan terhadap kawasan hutan. Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada Google Earth Engine sebagai platform komputasi berbasis cloud yang mampu mengolah data citra satelit dalam skala besar untuk mendukung kegiatan monitoring kawasan hutan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar penginderaan jauh, pengenalan Google Earth Engine, serta praktik langsung dalam mengakses data citra satelit, melakukan visualisasi tutupan lahan, memantau perubahan kondisi kawasan hutan, hingga mengidentifikasi potensi kerusakan lahan secara sederhana. Pendekatan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta sehingga teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara mandiri dalam mendukung pengelolaan kawasan perhutanan sosial.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Muhtar Ardansah Munthe, S.Hut., M.Sc., menyampaikan bahwa transformasi digital di sektor kehutanan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti Google Earth Engine akan membantu masyarakat memperoleh informasi spasial yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Sementara itu, anggota tim pengabdian, Dayun Ifanda, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa Google Earth Engine memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses data penginderaan jauh tanpa memerlukan perangkat komputer dengan spesifikasi tinggi. Dengan dukungan koneksi internet dan pemahaman dasar mengenai platform tersebut, kelompok tani hutan dapat melakukan pemantauan lahan secara berkala sehingga berbagai perubahan yang terjadi di kawasan perhutanan sosial dapat diketahui lebih cepat dan dijadikan dasar dalam penyusunan langkah pengelolaan maupun pelestarian hutan.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti sesi diskusi dan praktik. Berbagai pertanyaan mengenai penerapan teknologi penginderaan jauh dalam kegiatan sehari-hari menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi digital di bidang kehutanan. Melalui pendampingan yang diberikan, peserta diharapkan mampu mengadopsi teknologi ini sebagai bagian dari sistem monitoring kawasan yang lebih modern dan berbasis data.
Melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Satya Terra Bhinneka menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi dan geospasial. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan Kelompok Tani Hutan di Kabupaten Pakpak Bharat dalam mengelola kawasan perhutanan sosial secara lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

